Hidroponik sistem Kratky / Water Culture di Bak




Sekarang saya akan menuliskan pengalaman saya menanam hidroponik dengan sistem Kratky.
Saya juga membuat rak mini greenhouse untuk menempatkan tanaman ini di atas genting.

Edit 12 Januari 2016:
Sistem Kratky itu mirip dengan Sistem Wick/Sumbu, tapi dalam Sistem Kratky tidak perlu sumbu,
Hanya memanfaatkan Akar yang panjang, dengan merendam sebagian Akarnya di Air Nutrisi,

dan sebagian Akarnya buat mengambil Oksigen.
Saya sudah bandingkan dengan Sistem NFT dan Tanpa menggunakan Aerator.
Hasilnya tetap bagus, dan tidak begitu beda dengan Sistem NFT atau dengan menggunakan Aerator.
Saya mencoba nya dengan menanam Sawi Pak Choy dan Kangkung.


Untuk menanam di tempat saya yang cuacanya lumayan panas, perlu di kasih atap dari plastik putih.
Dan dikasih net insect di sekelilingnya agar tidak di makan hama belalang.





Dalam sistem rakit apung ini saya menanam selada keriting, sawi bunga, sawi bakso, sawi pak choy.




Disini saya ada dua macam Bak, yang generasi pertama saya buat seperti di bawah ini:



Lalu pada generasi kedua seperti ini:





Hasil yang paling bagus, pakai bak yang generasi kedua.
Menurutku karena jarak antara gelas ke air nutrisi paling dekat.
Dan bisa di isi air nutrisi lebih sedikit, cukup 2 liter saja per bak.

Kalau pada bak generasi pertama, isinya sampai 4 liter-an.
Itu kurang bagus.
Banyak tanaman yang mati kekeringan juga, dan tidak saya lanjutkan lagi dan langsung bikin lagi yang generasi kedua.

Menurut info pak tani hydrofarm, sebaiknya air nutrisi jangan banyak banyak, dan sering sering di ganti.
Dan saat mengganti air nutrisi, jika di dalam bak masih tersisa air nutrisi, itu harus di buang.

Alasannya:
- Kita tidak tahu, apa saja yang di "makan" sama tanaman nya.
- Menghindari overdosis zat kimia tertentu yang di butuhkan tanaman nya.

Lalu saran dari pakar pakar untuk mengganti air nutrisi secara periodik, itu akan menghasilkan tanaman lebih baik.

Saya sudah mencoba, dan hasilnya bagus dan tanaman tumbuh lebih cepat.
Saya coba untuk tanaman sawi sawi-an, seperti Sawi Caisim, Sawi Pak Choy, Sawi Bakso, Sawi Bunga dan Sawi Petsai.

Pada tanaman Sawi Sawi-an diatas, Saya buat seperti ini:
Periode 1. Periode Semai sampai Remaja yaitu mulai tebar benih sampai minggu ke 2 ( 14 hari-an ) , saya kasih 400ppm-an.
Jika ada sisa air nutrisi, itu harus anda buang.

Periode 2. Periode Remaja sampai Siap Panen, mulai minggu ke 2, sampai minggu ke 4 ( 14 hari-an ) , saya kasih 800ppm-an.
Jika ada sisa air nutrisi, itu harus anda buang.

Periode 3. Periode Siap Panen sampai Panen, mulai minggu ke 4 sampai panen,  Saya kasih 1400ppm-an.
Saat ini, tanaman mulai rakus, dalam 3 hari di Bak generasi kedua, dengan isi 2 liter bisa habis.
Jadi harus rajin rajin memantau. :)

Oh iya, saya tidak melakukan semai, tapi langsung masukkan benih kedalam Gelas Plastik yang sudah saya isi metan Rajangan Pakis.


Saya juga mencoba pada Selada Keriting, dan hasilnya juga bagus.
Takaran air nutrisi nya, pada Periode 1 = 300ppm-an, Periode 2 = 600ppm-an dan Periode 3 = 800ppm-an.


Di bawah ada gambar ilustrasi pembuat sistem Water Culture:




Di gambar di atas, memakai metan kapas, tapi itu bisa di ganti dengan Arang Sekam, Rock Woll, Cocopeat, Rajangan Pakis.

Untuk melubangi bisa pakai Solder, saya sendiri pakai solder.

Lalu untuk Pot/Net Pot, bisa pakai Gelas plastik , saya sendiri pakai gelas plastik.

Di bawah ini ada foto foto perkembangan tanaman nya:

- Minggu 1 setelah tebar benih :








- Minggu ke 2 :




- Minggu ke 3:




- Minggu ke 4:





- Siap Panen :










Semoga membantu, dan ma'af jika ada yang kurang berkenan.
Previous
Next Post »